Kamis, 19 Juli 2012

Menggambar Mimpi #1


Pernah menggambar mimpi?  Aku pernah melakukannya sekitar lima tahun yang lalu dalam sebuah workshop kepenulisan di TK Alam tempat aku menjadi kepala sekolah.

Workshop  kecil-kecilan, pesertanya mungkin hanya lima atau enam, tapi kenangan tentangnya terjangkar kuat di dasar hatiku hingga kini.

Kami diberikan secarik kertas dan sebatang pinsil, lalu diminta oleh sang trainer menggambar rumah impian kami secara spontan. Home, bukan house :)

Lalu aku menggambar sebuah rumah yang terang dan lapang, di depannya ada halaman yang luas. Anak lelakiku bermain bola. Anak perempuanku sedang menggambar. Dari dapur tercium aroma kue yang sedang dipanggang. Aku sendiri asyik bekerja di depan laptop, sebagai penulis, di ruang kerjaku yang penuh buku-buku sambil sesekali mengawasi anak-anak dari jendela kaca.

Saat itu, aku belum punya anak. Bahkan didiagnosa infertilitas dalam usia pernikahan yang sudah lima tahun.

Saat itu, yang kutulis ‘hanyalah’ rencana pembelajaran sehari-hari dan raport narasi murid-murid.

Yang kugambar benar-benar ‘hanya’ mimpi.


Sabtu, 07 Januari 2012

Membangun Karakter Anak Melalui Metode Bertanya

Setiap anak lahir dalam keadaan fitrah. Orangtuanyalah yang membentuknya menjadi muslim, majusi atau nasrani.

Hadits ini umumnya sudah dihafal setiap orangtua muslim di luar kepala. Namun, sadarkah kita bahwa aplikasi dari hadits di atas adalah bahwa setiap perilaku kita, pola pikir kita, perkataan kita, bahkan pertanyaan-pertanyaan yang kita ajukan pada anak kita adalah hal-hal utama yang secara sadar atau tidak sadar akan membentuk anak kita?