Di Jabalussalam, kami bertekad untuk Insya Allah memperkenalkan Allah Sang Rabb pada anak-anak kami pada setiap kesempatan. Pembelajaran apa pun hanyalah sarana untuk mengenal kebesaranNya dan kasih sayangNya. Mungkin dalam tata bahasa Indonesia kalimat berikut ini kurang terstuktur. Tapi, ungkapan/pertanyaan seperti inilah yang selalu terlontar setiap kami rapat evaluasi atau rapat materi pembelajaran:
“Kegiatan tadi ‘Ma’rifatullah’-nya apa?, ke arah mana?”
Maksud “Ma’rifatullah” itu begini. Misalnya ketika kami memasuki tema transportasi dan sedang membahas tentang bahan bakar, bu guru akan berkata pada anak-anak… “Subhanallah, tahukah teman-teman, supaya kita bisa naik kendaraan sekarang ini, bahan bakarnya sudah disiapkan Allah jutaan tahun yang lalu.”
Bunda adalah sekolah pertama bagi para anandanya. Pengalaman, kegiatan, pemikiran, dan perasaan Bundalah yang otomatis akan memberi jiwa pada sekolah pertama ananda tadi. Mari Bunda, kita bergandeng tangan, saling berbagi kebaikan agar dapat menjadi guru utama bagi ananda tercinta!
Minggu, 16 Agustus 2009
Pertanyaan-pertanyaan Canggih
Salah satu kegembiraan berkecimpung di dunia taman kanak-kanak adalah kalau kita berkesempatan mendengar pertanyaan-pertanyaan mereka yang polos, tapi juga cerdas dan canggih.Di sekolah, untuk melatihnya ibu dan bapak guru rajin sekali bertanya pada teman-teman, "Siapa yang mau bertanya?".
Pada awal-awal masa sekolah, ketika seorang teman mengajukan sebuah pertanyaan, maka teman-teman yang lain akan mengajukan pertanyaan yang persis sama (ya, boleh dibilang ikut-ikutan, deh :). Tetapi, betapa menakjubkannya pertanyaan mereka setelah beberapa bulan bersekolah.
Pada awal-awal masa sekolah, ketika seorang teman mengajukan sebuah pertanyaan, maka teman-teman yang lain akan mengajukan pertanyaan yang persis sama (ya, boleh dibilang ikut-ikutan, deh :). Tetapi, betapa menakjubkannya pertanyaan mereka setelah beberapa bulan bersekolah.
Langganan:
Postingan (Atom)